
ILustrasi mobil ambulans (Foto: Koran SI)
YOGYAKARTA- Lalu lalang mobil ambulans di sekitar lokasi pengungsian membuat warga setempat terganggu. Mereka trauma karena sirene yang berbunyi dikira bunyi tanda peringatan Gunung Merapi meletus.
Keluhan ini pun lantas disampaikan kepada Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono X, saat meninjau Posko Pengungsian Utama di Pakem, Sleman.
Sri Sultan lantas merespons keluhan tersebut dan berjanji akan segera berkoordinasi dengan pihak rumah sakit, serta para relawan kemanusiaan agar tidak menyalakan sirene ambulans, bila tidak dalam kondisi darurat.
Sebab, berdasarkan penuturan para pengungsi, acapkali ambulans yang naik ke lereng Merapi tanpa membawa pasien tetap menyalakan sirenenya. “Kalau tidak membawa pasien dan situasinya tidak darurat, tak usah membunyikan sirene, karena membuat masyarakat terganggu psikisnya,” ujar Sultan, Senin (1/11/2010).
Di sisi lain, Sultan menegaskan kepada para pengungsi agar tetap bertahan di Posko Pengungsian, lantaran aktivitas Gunung Merapi masih berbahaya. Sultan pun menginstruksikan kepada para pejabat agar senantiasa waspada dan memberikan pelayanan terbaik kepada warganya.(Agung Santoso/SUN TV/ful)
Terima Kasih Telah membaca :
Ambulan Bikin Panik Sultan Hamengkubuwono x
0 komentar :
Posting Komentar